Selamat Datang. silahkan login
 
 
2012-12-19

KOPERASI PEMUDA 'PANCASILA SAKTI' KOTA LUBUKLINGGAU TERBENTUK

Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pemuda Pancasila bahwa di setiap Majelis Pimpinan Pemuda Pancasila sampai dengan Tingkat Majelis Pimpinan Cabang (MPC) wajib dibentuk sayap-sayap organisasi mulai dari lembaga, badan sampai dengan koperasi. Dalam rangka upaya merealisasikan peran dan fungsi organisasi Pemuda Pancasila baik di Kota Lubuklinggau “ Maka MPC Pemuda Pancasila Kota Lubuklinggau dan MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Musi Rawas merealisasikan pembentukan salah satu Badan Usaha Organisasi dalam bentuk Koperasi Pemuda yaitu Koperasi Pemuda “Pancasila Sakti” Kota Lubuklinggau.” Demikian disampaikan Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Lubuklinggau, RM. H. Ari Maulana Putra didampingi oleh Wakil Sekretaris Bidang Informasi dan Komunikasi MPC, M. Adenan Kusuma, SE.


Pembentukan Koperasi Pemuda ini diharapkan dapat menjadi wadah peningkatan ekonomi dan pemberdayaan generasi muda khususnya bagi kader-kader Pemuda Pancasila dan sebagai upaya merubah pola pikir pemuda (mainset) dari pola pikir konsumtif menjadi produktif sehingga kedepan dengan digerakkannya ekonomi di tubuh Pemuda Pancasila dapat menunjang program-program pemerintah khususnya mengurangi tingkat pengangguran bagi pencari kerja. Bahasa ringannya ya tentunya untuk kesejahteraan para anggota koperasi dan seluruh kader Pemuda Pancasila. Pemuda pun bisa menjadi sector penggerak UKM baik di Kota Lubuklinggau, jika pemerintah dari Pusat sampai daerah, betul-betul serius menggarap koperasi sebagai wadah kewirausahaan bagi pemuda, saya yakin ekonomi Indonesia akan bangkit.
Kami mempunyai pemikiran bagaimana kedepannya Organisasi Modern tidak lagi menjadi Organisasi Proposal yang manja, dan tentunya ini membutuhkan sebuah kerjakeras dan sama-sama bekerja, dikarenakan janganlah kita berpikir mendapatkan uang dari sebuah organisasi secara kasar dan hina, tapi secara etika dan perlahan dengan niat dan kemauan yang kuat maka sekali langkah dua-tiga pulau terlampaui bahkan lebih dari sebuah nilai tawar yang tinggi. Melalui organisasi kita sudah mendapatkan silahturahim yang bertambah, jaringan dan berbagai macam pengalaman yang akan kita dapatkan secara bertahap. Semua itu butuh proses, karena Organisasi bukanlah sebuah perusahaan yang mampu meng-gaji para anggotanya, organisasi perlu dibesarkan secara bersama-sama untuk mengerek bendera perlahan-lahan sampai pada akhirnya akan berkibar, dan saat itulah manfaat dan tujuan sebuah organisasi akan tercapai. Kita mengetahui mayoritas masyarakat Indonesia adalah sebuah golongan ekonomi kecil dan menengah yang membutuhkan suatu perekonomian kerakyatan dengan kekuatan dari bawah yang menjadi kekuatan ekonomi nasional. Sesuai dengan realitas sosial masyarakat Indonesia maka sepatutnya ekonomi kerakyatan diposisikan sebagai dynamo pembangunan ekonomi nasional dan sekaligus perlambang kedaulatan rakyat. Yang jelas, Pemuda Pancasila tetap mempertahankan Sistem Ekonomi Kerakyatan karena itulah Amanat Pancasila dan UUD 1945.” Demikian ditambahkan oleh Ari.


Disamping itu juga, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Lubuklinggau Bung Indra Syafe’i yang didampingi Wakil Ketua II MPC, Bung Rudi Tarwandi, SE dan Wakil Ketua III, Bung Slamet Syafe’i, SE membenarkan koperasi pemuda yang dibentuk sudah diproses di Notaris Pembuat Akte Pendirian Koperasi dan Dinas Koperasi sudah didapatkan pengesahan Badan Hukum Koperasi. Sedangkan untuk kegiatan operasional dan usaha koperasi untuk sementara bergabung di Sekretariat PC SAPMA Pemuda Pancasila Kota Lubuklinggau di Ruko Rt. 05 Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur I (TOP WARNET).


Adapun program kerja Koperasi Pemuda ini direncanakan akan menyelenggarakan kegiatan Unit Simpan Pinjam sebagai wujud peran serta aktif anggota dalam memajukan koperasi pemuda itu sendiri dan melakukan pembinaan-pembinaan permodalan dengan skala mikro kepada anggota Pemuda Pancasila yang mempunyai usaha produktif maupun anggota yang berminat membuka usaha, dan kesemuanya akan diakomodir melalui Kelompok Usaha Produktif Pemuda (KUPP) di wilayah kecamatan pada tempat domisili masing-masing. Sedangkan sebagai upaya pemupukan modal usaha bagi koperasi telah disepakati setiap anggota menyetor Simpanan Pokok Anggota Rp. 200.000,- dan menyetorkan Simpanan Wajib Anggota sebesar Rp. 10.000,- per bulannya dan kedepan untuk meningkatkan pemupukan modal usaha koperasi akan segera diambil langkah-langkah kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain seperti membuka peluang penyertaan modal anggota maupun bermitra dengan instansi terkait maupun pihak perbankan nasional, sehingga visi misi dibentuknya Koperasi Pemuda Pancasila dalam upaya mewujudkan pemberdayaan ekonomi rakyat melalui Koperasi Pemuda ini dapat tercapai sejalan dengan perkembangannya. Tambah Ari.